Program “Kampung Bahagia” yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Jambi merupakan salah satu program unggulan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan pembangunan berbasis komunitas. Program ini dirancang untuk mendorong partisipasi aktif warga dalam proses pembangunan di tingkat lingkungan terkecil, yaitu Rukun Tetangga (RT).
Dalam implementasinya, Program Kampung Bahagia telah menunjukkan capaian yang signifikan, khususnya pada tahap percontohan (pilot project) tahun 2025 yang dilaksanakan di 67 RT. Keberhasilan program tersebut tercermin dari meningkatnya kualitas infrastruktur lingkungan, serta tumbuhnya semangat gotong royong dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan wilayahnya masing-masing.
Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menegaskan bahwa program ini menempatkan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan. Melalui mekanisme musyawarah di tingkat RT, warga diberi kewenangan untuk menentukan prioritas pembangunan sesuai dengan kebutuhan lokal, baik dalam aspek infrastruktur, sosial, kesehatan, maupun pemberdayaan ekonomi keluarga.
Pelaksanaan program juga didukung dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Setiap kegiatan direncanakan secara partisipatif, dilaksanakan secara swakelola oleh masyarakat, serta diawasi secara berjenjang guna memastikan efektivitas dan ketepatan sasaran. Penguatan kapasitas aparatur kelurahan dan pendamping program turut menjadi bagian penting dalam menjamin keberhasilan implementasi di lapangan.
Di Kelurahan Pinang Merah, program ini mendapatkan sambutan yang sangat positif dari masyarakat. Berbagai hasil pembangunan yang telah direalisasikan tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan, tetapi juga memperkuat kebersamaan sosial antarwarga. Kontribusi swadaya masyarakat, baik dalam bentuk tenaga, material, maupun dukungan lainnya, menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan hasil pembangunan.
Keberhasilan pilot project ini menjadi dasar bagi Pemerintah Kota Jambi untuk memperluas pelaksanaan Program Kampung Bahagia ke seluruh wilayah RT. Pada tahun 2026, program ini direncanakan menjangkau seluruh RT di Kota Jambi sebagai upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Dengan demikian, Program Kampung Bahagia diharapkan dapat menjadi model pembangunan berbasis masyarakat yang berkelanjutan, serta mampu menciptakan lingkungan yang bersih, aman, harmonis, dan sejahtera sesuai dengan visi pembangunan Kota Jambi.
Program Kampung Bahagia yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Jambi merupakan salah satu inovasi pembangunan berbasis masyarakat yang menempatkan Rukun Tetangga (RT) sebagai pusat pelaksanaan kegiatan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan, memperkuat partisipasi warga, serta mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Di Kelurahan Pinang Merah, Kecamatan Alam Barajo, pelaksanaan program ini mendapatkan sambutan yang sangat positif dari masyarakat. Antusiasme warga tercermin dari keterlibatan aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan. Hal ini sejalan dengan konsep utama Kampung Bahagia yang menitikberatkan pada pembangunan berbasis gotong royong dan partisipasi komunitas.
Pilot project Kampung Bahagia di Kelurahan Pinang Merah dilaksanakan di RT 06 sebagai lokasi percontohan. Kegiatan diawali dengan rapat pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Bahagia pada tanggal 30 Juli 2025. Dalam rapat tersebut ditetapkan susunan kepengurusan Pokja, dengan Bapak Ponidi sebagai Ketua, Bapak Gusfrendy, S.E. sebagai Sekretaris, dan Ibu Susiana, S.Pd. sebagai Bendahara. Pembentukan Pokja ini menjadi langkah awal yang strategis dalam memastikan pelaksanaan program berjalan secara terarah, terstruktur, dan akuntabel.
Selanjutnya, sebagai bentuk dukungan terhadap usulan masyarakat, dilakukan penyerahan simbolis berbagai peralatan dan sarana prasarana program Kampung Bahagia. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., yang secara simbolis menyerahkan bantuan kepada Ketua RT setempat. Kehadiran Wali Kota menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung penuh pelaksanaan program serta memberikan motivasi kepada masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif dalam pembangunan lingkungan.
Berbagai hasil pembangunan yang telah direalisasikan melalui program ini tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas infrastruktur lingkungan, tetapi juga mampu memperkuat kohesi sosial antarwarga. Fasilitas yang dibangun dan disediakan, seperti sarana kebersihan, olahraga, dan kegiatan sosial, menjadi ruang interaksi yang mendorong terciptanya lingkungan yang harmonis dan produktif.
Selain itu, kontribusi swadaya masyarakat menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program ini. Partisipasi warga tidak hanya dalam bentuk tenaga kerja, tetapi juga dukungan material dan konsumsi selama kegiatan berlangsung. Kondisi ini menunjukkan tingginya rasa memiliki masyarakat terhadap program, sehingga hasil pembangunan seringkali melampaui nilai anggaran yang telah ditetapkan.
Keberhasilan pelaksanaan pilot project di Kelurahan Pinang Merah ini menjadi bukti bahwa pendekatan pembangunan berbasis komunitas mampu memberikan dampak nyata. Tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan fisik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kemandirian masyarakat.
Dengan capaian tersebut, Program Kampung Bahagia diharapkan dapat terus dikembangkan dan direplikasi di wilayah lain sebagai model pembangunan partisipatif yang efektif dalam mewujudkan lingkungan yang sejahtera, harmonis, dan berkelanjutan.


